oleh

Sumbawa Barat Gagal Jadi Tuan Rumah, Ketua Kick Boxing KSB Minta Tanggung Jawab KONI NTB

SUMBAWA BARAT – Santri Yusmulyadi, ST selaku ketua Kick Boxing Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (KBI-KSB) mengakui, jika ada keputusan pemindahan venue pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB) untuk cabang olahraga Kick Boxing.

Keputusan itu menjadi kekecewaan tersendiri lantaran Kabupaten Sumbawa Barat gagal menjadi tuan rumah.

“Saya sendiri kaget dengan adanya keputusan pemindahan venue pelaksanaan Porprov untuk Cabang Olahraga (Cabor) Kick Boxing, termasuk dirinya dipecat sebagai ketua Kick Boxing KSB disaat sedang mempersiapkan,” ujar Santri, Rabu 08 Juli 2026.

Selain itu Santri sapaan akrabnya meminta pertanggung jawaban pihak KONI NTB terkait dengan pemindahan lokasi itu sendiri, karena pihaknya bersama pengurus telah membuang waktu, tenaga dan anggaran untuk persiapan.

“Persiapan kami sudah sejak beberapa bulan lalu, kenapa dengan tiba-tiba dipindahkan dengan alasan yang tidak benar,” tegasnya.

Santri yang juga anggota DPRD KSB itu mengaku sangat kecewa dengan keputusan pengurus provinsi untuk memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov, lantaran pihaknya telah jauh hari mempersiapkan arena, termasuk fasilitas pendukung dalam rangka menyukseskan KSB menjadi tuan rumah Porprov.

“Cukup besar anggaran yang telah digelontorkan untuk persiapan Porprov, namun kenapa dengan arogan pengurus Kick Boxing NTB mengusulkan pemindahan venue ke Mataram,” sesalnya.

Ditanya soal alasan pemecatan dirinya termasuk pemindahan venue pelaksanaan Porprov, Santri justru mempertanyakan kembali pada ketua Kick Boxing NTB, karena dirinya tidak pernah melakukan kebijakan apapun yang mencoreng nama organisasi (Kick Boxing).

“Saya melihat lebih pada persoalan anggaran, karena kebijakan KONI KSB bahwa dana yang disiapkan untuk persiapan arena Porprov dengan penanggung jawab pengurus Kick Boxing KSB, bukan diserahkan ke Kick Boxing NTB,” lanjutnya.

Tentang alasan pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov, Santri mengingatkan bahwa itu sangat menyinggung perasaan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri, karena salah satu alasan yang terkuak adalah persoalan keamanan.

“Ingat ya, KSB tercatat sebagai daerah Zero horizontal konflik atau kabupaten yang dinyatakan paling aman di NTB,” urainya.

Santri dikesempatan itu menegaskan, pemecatan dirinya sebagai ketua Kick Boxing KSB tidak akan mengurangi semangat dirinya mendampingi atlet Kick Boxing yang siap berlaga pada Porprov NTB mendatang.

“Saya tidak gila menjadi ketua Cabor, tetapi semangat mengejar target perolehan medali tidak boleh surut meskipun dipindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” janjinya.