oleh

Hendra Julianto: Pemuda Muhammadiyah Harus Visioner

SUMBAWA – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Pemuda Muhammadiyah Sumbawa digelar bulan Agustus mendatang. Banyak nama yang bermunculan sebagai calon Pimpinan organisasi tersebut.

Satu diantaranya Hendra Julianto. Pemuda Kelahiran Sering Kecamatan Unter Iwes ini menyatakan jika diberi kesempatan, dirinya siap memimpin Pemuda Muhammadiyah Sumbawa.

Ia mengaku memiliki konsep untuk mengantarkan pemuda Muhammadiyah Sumbawa, menjadi pemuda yang tangguh seperti yang di harapkan KH. Ahmad Dahlan.

” Perubahan itu mutlak harus dilakukan. Untuk itu, saatnya Pemuda Muhammadiyah Sumbawa untuk bersama-sama bergandengan tangan demi kemajuan Pemuda Muhammadiyah kedepan dengan semangat Ta’awun, Berjama’ah, Ukhuwah, Kerjasama dan Kolektif Kolegial,” katanya, saat di konfirmasi media, Rabu (29/07).

Hendra Julianto merupakan ASN Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Ropang. Ia jebolan Pondok Pesantren Al-Ikhlas ditempa dengan ilmu pendidikan agama selama 6 tahun, kemudian melanjutkan pendidikan strata I di IAIN Mataram.

Sukses dengan berbagai pengalaman organisasi di Pesantren dan kampus, peran Hendra Julianto ditengah masyarakat bahkan telah mengantarkan Karang Taruna “Unter Bulaeng” Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes menjadi Karang Taruna Berprestasi tingkat Provinsi pada tahun 2017, serta mampu mengharumkan Karang Taruna Unter Bulaeng hingga level nasional pada tahun 2018.

Prestasi organisasi yang telah ditorehkan itu tentu menjadi modal utama bagi dirinya untuk maju sebagai calon Ketua Pemuda Muhamaddiyah Sumbawa.

” Niatan ini juga tak lain untuk menjaga keistiqamahan dalam berMuhammadiyah. Ingin menjadikan Pemuda Muhammadiyah sebagai lingkaran keluarga yang harmonis, dinamis, dan produktif. Selain juga akan membawa ke ranah publik atas karya dan kotribusinya yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas,” cetusnya.

Menurutnya Muhammadiyah adalah ladang amal dan wadah untuk menyalurkan kebermanfaatannya terhadap masyarakat luas. Karenanya meski dirinya dari pelosok desa tak menjadi alasan untuk minder. Yang terpenting adalah terus berusaha menempa diri dan menikmati prosesnya.

” Saatnya Pemuda Muhammadiyah itu menjadi pelopor dan penggerak, juga menjadi inisiator dari perubahan peradaban. Muhammadiyah butuh pemimpin yang memiliki komitmen, ikhlas, tulus, dan mampu mengembalikan Muhammadiyah ke jalur pembaharuannya,” pungkasnya.(SP-01)