SUMBAWA BARAT – Warga Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB),segera melakukan normalisasi Sungai Tongo. Kondisi sungai yang mengalami sedimentasi cukup parah dinilai perlu segera ditangani untuk mengurangi risiko banjir.
Kepala Desa Tongo, Idham Chalid mengatakan sedimentasi Sungai Tongo terjadi karena banyak aliran sungai kecil dari wilayah hulu bermuara ke sungai tersebut. Termasuk aliran sungai yang berasal dari wilayah konsesi PT AMMAN.
Menurutnya, sedimentasi yang terus terjadi menyebabkan kapasitas aliran sungai menjadi berkurang. Kondisi itu dikhawatirkan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banjir ketika debit air meningkat akibat hujan deras.
“Karena banyak aliran sungai dari hulu yang bermuara ke Sungai Tongo, sedimentasinya cukup parah. Kami berharap pemerintah bisa melakukan normalisasi sungai agar alirannya kembali lebih baik,” kata Idham di Forum Yasinan Pemda KSB, Kamis malam (27/8/2026).
Ia berharap penanganan Sungai Tongo tidak hanya dilakukan ketika terjadi banjir, tetapi melalui program yang berkelanjutan. Dengan normalisasi, kapasitas sungai diharapkan dapat kembali optimal sehingga risiko luapan air yang mengancam permukiman dan lahan warga dapat ditekan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KSB, Armayadi mengatakan pemerintah daerah telah mulai melakukan langkah penanganan terhadap persoalan Sungai Tongo. Pada 2025 lalu, Pemda KSB telah membangun beronjong sebagai pengaman aliran daerah aliran sungai (DAS) Tongo dengan nilai pekerjaan sekitar Rp1,2 miliar.
“Untuk Sungai Tongo ini sudah mulai kita tangani. Tahun 2025 lalu, kita sudah membangun beronjong pengaman aliran DAS dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar,” jelas Armayadi.
Menurutnya, upaya tersebut akan dilanjutkan melalui program normalisasi sungai secara bertahap. Dinas PUPR juga telah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan penanganan Sungai Tongo.
Armayadi menegaskan, penanganan persoalan Sungai Tongo membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, Dinas PUPR KSB akan berkolaborasi dengan PT AMMAN untuk mencari solusi terhadap persoalan sedimentasi dan kondisi aliran sungai tersebut.
“Program normalisasi ini akan kita lanjutkan. DED-nya sudah kita susun dan kita akan berkolaborasi dengan PT AMMAN untuk mengatasi persoalan yang ada di Sungai Tongo,” janjinya.
Pemda KSB berharap melalui penanganan secara bertahap dan kolaboratif, kondisi Sungai Tongo dapat diperbaiki sehingga fungsi aliran sungai kembali optimal dan potensi banjir yang selama ini dikhawatirkan masyarakat dapat diminimalkan.
