Pemimpin Sumbawa Barat Kedepan Mau Apa, Bagaimana Harapan Publik?

 

Kepemimpinan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Periode 2015-2020 menyisahkan waktu beberapa bulan lagi, Dr. Ir. H. W. Musyafirin,MM – Fud Syaifuddin, ST (Firin-Fud) telah melaksanakan tugas kepemimpinan dengan segala kelebihan dan kekurangannya dalam 4,5 tahun terakhir.

Dua bencana nasional yakni bencana alam gempa Bumi dan terakhir bencana non alam Pandemi Corona Virus Disease 19 yang hingga kini masih dalam tahap pemulihan mewarnai perjalanan kepemimpinan Firin-Fud.

Tentu saja, bencana ini sedikit banyak mempengaruhi rencana awal beberapa program kepemimpinan Firin-Fud, sebab fakta dilapangan sebagian besar energi dan fokus perhatian pada penanganan bencana, dan itu secara tidak langsung mau tidak mau kemudian menjadi tanggung jawab kepemimpinan terakhir.

Lalu berapa item rencana pembangunan dan harapan segenap komponen masyarakat menjadi tertunda, disatu sisi bencana alam dan non alam ini tidak bisa di prediksi kapan dia datang namun harus dihadapi, disisi lain perubahan yang nyata dalam segala aspek kehidupan masyarakat dan keadilan sosial menjadi tanggung jawab nahkoda dan harapan multi pihak komponen masyarakat yang ada.

Beberapa rencana program kerja yang dirancang dan telah dilaksanakan, ditambah dengan penanganan bencana itu sendiri tentu menjadi catatan-catatan publim, keberhasilan maupun kekurangan kepemimpinanan 4,5 tahun terakhir yang sekali lagi di nahkodai duet Firin-Fud.

Lalu bisa apa kepemimpinan Kabupaten Sumbawa Barat kedepan dalam kurun waktu yang nyaris 4 tahun (Jika pilkada serentak kemudian jadi digelar 2024).

Siapapun pemimpin daerah kedepan, yang jelas tantangannya makin komplek, pengangguran, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, keamanan investasi, kesiapan masyarakat hadapi era digitalisasi disamping sektor pertanian dari hulu ke hilir yang masih menjadi masalah klasik.

Belum lagi bicara sektor pariwisata dengan 40 lebih destanasi belum maksimal terjamah plus kesiapan SDM, penataan transportasi publik, bantuan sosial berkeadilan dan masih banyak lagi.

Semua bisa menjadi solusi perubahan KSB kearah lebih baik, jika pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat diletakkan pada kepentingan KSB diatas segalanya, baik kepentingan pribadi maupun golongan.

Kemudian menginventarisir dan merangkul segala potensi yang ada terutama SDM untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sumbawa Barat adalah keniscayaan untu KSB lebih baik lebih kompak lebih maju kedepan. Wallahualam.