SUMBAWA BARAT- Program KSB Maju Kesehatan melalui layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans berbasis Puskesmas terus memperkuat pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Sepanjang 1 Januari hingga 11 Oktober 2026, tercatat 35.640 layanan telah diberikan di 10 wilayah kerja Puskesmas.
Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat 6.609 layanan. Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan dan pemanfaatan masyarakat terhadap layanan jemput bola ini.
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS, MQM, menjelaskan TRC Ambulans dihadirkan agar pelayanan tidak hanya menunggu pasien datang, tapi aktif menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan kesehatannya.
Menariknya, 86,48 persen layanan yang diberikan merupakan kasus non-emergency atau bukan kegawatdaruratan. Artinya, TRC Ambulans tidak hanya untuk kondisi darurat, tetapi juga melayani kunjungan kesehatan terjadwal sesuai penilaian medis.
Dari sisi penyakit, hipertensi mendominasi kunjungan tertinggi sebesar 32,98 persen, disusul diabetes melitus 12,80 persen dan sakit kepala 11,97 persen. Data ini menjadi perhatian untuk penguatan pelayanan penyakit tidak menular yang membutuhkan pemantauan jangka panjang.
Seluruh Puskesmas berkontribusi, dengan layanan tertinggi di Puskesmas Poto Tano 5.701 layanan, disusul Seteluk 4.250 layanan dan Taliwang 3.700 layanan. Diikuti Brang Ene, Taliwang II, Jereweh, Sekongkang, Brang Rea, Maluk, dan Tongo.
Kadinkes menegaskan ke depan penguatan tidak hanya pada jumlah layanan, tapi kualitas, ketepatan respons, dan kesinambungan penanganan. “Prinsip kami sederhana, pelayanan kesehatan harus semakin dekat, mudah diakses, dan responsif. TRC Ambulans adalah wujud nyata komitmen itu,” pungkas dr. Carlof.(**)
