SUMBAWA BARAT – Langit cerah di kawasan Pantai Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Selasa 2 Juni 2026 pagi, tidak hanya menyinari pasir putih, tetapi juga semangat ratusan kader muda yang bersatu padu dalam aksi mulia. Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat bersama Kodim 1628/SB dan Polres Sumbawa Barat menggelar kegiatan masif penanaman 2.500 bibit pohon mangrove.
Aksi ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah deklarasi tegas bahwa organisasi kepemudaan terbesar ini hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila. Kegiatan ini rangkaian peringatan Hari Lahir Kodam IX Udayana dan lahir Pancasila ke-81.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat, Agusti Lanang Mediar
Kehadiran para kader, mulai dari pengurus inti hingga anggota ranting, menunjukkan konsistensi organisasi dalam merespons isu strategis daerah, Sumbawa Barat, sebagai wilayah pesisir dengan garis pantai yang panjang, sangat rentan terhadap ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut.
Penanaman mangrove dipilih sebagai solusi berbasis alam (nature-based solution) yang paling efektif untuk menahan gerusan ombak dan menyelamatkan daratan dari tenggelam.
“Hari ini kami menanam 2.500 pohon mangrove. Ini adalah bentuk cinta kami kepada tanah air, wujud nyata pengamalan Sila Kedua dan Kelima Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Joy sapaan akrabnya Agusti Lanang Mediar di sela-sela kegiatan, sambil menyerahkan bibit kepada para kader. Ia didampingi oleh Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Agit Rendra Trisnawan, Kapolsek Taliwang, AKP Zainal, Camat Taliwang, Hasdar Jafar dan warga setempat, yang turut serta turun langsung ke lumpur pantai untuk menanam pohon.
Joy menekankan bahwa kerusakan lingkungan adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
Dengan menanam mangrove, Pemuda Pancasila tidak hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga melindungi mata pencaharian nelayan.
“Mangrove adalah benteng hidup. Akarnya yang kuat akan menahan tanah, daunnya menjadi tempat ikan berkembang biak. Ini investasi jangka panjang untuk anak cucu kita,” jelasnya.
Selain aspek ekologis, kegiatan ini juga sarat dengan pesan moral dan sosial. Joy mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila di Kabupaten Sumbawa Barat untuk tidak hanya sibuk dengan urusan internal organisasi, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan di sekitarnya. Isu lingkungan, menurutnya, adalah isu kemanusiaan. Ketika pantai rusak, rakyat kecil yang paling menderita. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian integral dari perjuangan organisasi.
“Kami mengimbau para kader untuk lebih peka. Jangan tunggu bencana datang baru kita bergerak. Hari ini kita tanam harapan, agar besok Sumbawa Barat tetap lestari,” tambah Joy dengan nada tegas. Suasana penanaman berlangsung penuh keakraban dan semangat gotong royong.
Para kader bahu-membahu menggali lubang, menancapkan bibit, dan memastikan setiap pohon tertanam dengan kokoh. Aktivitas ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung upaya penyelamatan pantai.
Banyak warga yang akhirnya tergerak untuk ikut serta menjaga area yang sudah ditanami agar tidak dirusak oleh aktivitas manusia atau hewan liar. Komitmen MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat dalam menjaga lingkungan hidup sejalan dengan visi nasional pembangunan berkelanjutan.
Dengan menanam 2.500 mangrove, mereka telah memberikan kontribusi nyata dalam target rehabilitasi hutan mangrove nasional.
Lebih dari itu, aksi ini membuktikan bahwa Pemuda Pancasila adalah organisasi yang progresif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman. Hari lahir Kodam IX Udayana dan Hari Lahir Pancasila, aksi di Pantai Kertasari ini menjadi kado istimewa bagi bangsa.
Ia mengingatkan bahwa Pancasila bukan hanya hafalan teks, tetapi tindakan nyata. Menjaga lingkungan, melindungi sesama, dan membangun negeri adalah esensi dari ideologi negara.
Semoga 2.500 bibit mangrove ini tumbuh subur, menjadi saksi bisu perjuangan generasi muda Sumbawa Barat dalam merawat bumi pertiwi.
