Praktisi Pers: PT.Amman Mineral lawan kebijakan Jokowi

SUMBAWA BARAT – Praktisi Pers, Andi Saputra menyebutkan, dikalah kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi memberi pesan kepada negara kuat uni eropa, bahwa hilirisasi menjadi tagline atau prioritas dalam pengembangan industri dalam negeri.

“Tapi nyata, perusahaan dalam negeri sendiri seperti PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) justru malah membuat hilirisasi industri Smelter seakan tak berujung. Bertele tele. Lama,” ungkap Andi Saputra.

Praktisi Pers yang kerap disapa Andi itu menyampaikan, bahwa situasi ini menjadi sangat ambigu. Tesla perusahaan mobil listrik dunia, dengan bahan mentah nikel dari perut Bumi Pertiwi saja pemerintah RI menolak didikte. Karena alasan Tesla menolak proyek hilirisasi di dalam negeri.

“Kenapa, perusahaan nasional seperti Amman Mineral justru terkesan mendikte pemerintah RI sendiri?,” tanya dia.

Jawabannya, lanjut Andi, mungkin memang tidak ada sustainable mining lagi di Batu Hijau. Tapi demi alasan bisnis dan melindungi aset serta rekayasa keuangan, AMNT berlindung di balik aturan Minerba dan turunannya. Seolah-olah tunduk tapi main mengulur ulur waktu di belakang.

“Jujur saja, tak ada Smelter. Karena recovery kostnya gak menguntungkan. Bilang saja fase tujuh sudah mau habis. Dan katakan, Batu Hijau sebentar lagi akan ditutup. Clear. Jadi gak perlu bicara soal Smelter, tapi nyatanya bohong,” tandas Andi Saputra.(ril)