oleh

Arus Mudik, Penumpang Penyeberangan Kayangan – PotoTano Mencapai 25 Ribu Orang

SUMBAWA BARAT – Jumlah penumpang yang melewati Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada arus mudik Lebaran 2022 ini mencapai 25 ribu orang.

“Ini jumlah yang terbanyak dibanding arus mudik tahun lalu,” kata General Manager (GM) ASDP Pelabuhan Kayangan, Achmad Faisal di Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur.

Ia mengatakan, untuk puncak arus mudik melalui pelabuhan tersebut terjadi pada 27-28 April 2022, sehingga mengakibatkan kemacetan hingga dua kilometer memasuki areal pelabuhan.

“Kenaikannya itu sampai 1.000 persen dari arus mudik tahun lalu. Cuman angka pastinya tahun lalu jauh di bawah yang sekarang,” ujarnya.

Sedangkan jumlah kendaraan yang diberangkatkan baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat hingga bus dan truk sekitar 5.000 unit.

“Sebelumnya, kalau hari biasa kapal yang beroperasi itu 10 kapal per hari, tapi karena terjadi lonjakan maka di tambah 13 kapal per hari,” katanya.

Sementara hingga H-2 Lebaran  arus mudik di Pelabuhan Kayangan terpantau lancar.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan untuk arus mudik tahun ini terdapat dua rute maritim, yakni pertama Pelabuhan Lembar yang dilayani ASDP dan Pelabuhan Gili Mas oleh Pelni, seperti Lembar-Padangbai, Lembar-Ketapang dan Lembar-Tanjung Perak.

“Untuk Maritim satu khususnya rute Lembar ada 24 armada kapal yang disiapkan pemerintah. Ada juga rute dari kapal Pelni, Telong Kabila dan Egon melayani untuk Indonesia Timur,” ujarnya.

Kedua penyebarangan Pelabuhan Kayangan-Pelabuhan Pototano disiapkan sebanyak 26 Kapal.

“Seluruh armada kapal yang beroperasi sudah di cek dan siap melayani arus mudik,” kata Faozal.

Sedangkan terkait pergerakan penumpang yang mudik diperkirakan mencapai 25 hingga 35 persen baik melalui jalur darat maupun laut sementara untuk jalur udara diperkirakan mencapai 40 persen.

Sementara itu terkait standarisasi pelayanan selama arus mudik Lebaran tahun ini tetap menjadi perhatian pemerintah bersama instansi pemerintah lainnya.

“Kita standarisasi layanannya dengan bersih, sehat, nyaman dan juga keselamatan. Kalau tidak lulus, mohon maaf, kita tidak berikan operasional secara penuh,” katanya.