oleh

Komisi II DPRD KSB Minta Pemda Maksimalkan Dana Pengamanan Harga Gabah

SUMBAWA BARAT – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus gencar melakukan Advokasi dan controling terhadap kebijakan Pemerintah Daerah khususnya terkait dana pengamanan harga gabah yang di alokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 ini.

Ini dilakukan guna mengatasi keluhan para petani di bumi pariri lema bariri ini, tentang anjloknya harga gabah musim panen tahun ini.

Komisi II  meminta Pemda untuk dapat segera Memaksimalkan Dana Pengamanan Harga Gabah tersebut agar petani dapat segera terbantu.

“Kami minta pemda melalui dinas terkait untuk dapat segera memaksimalkan dana pengaman harga gabah di wilayah KSB ini”. ungkap Wakil Ketua Komisi II Mustafa HZ kepada media ini.

Menurutnya anggaran tersebut telah ditetapkan jumlah  dan sasarannya, meski saat ini sebagian petani dibeberapa lokasi telah panen namun masih ada beberapa lokasi di KSB ini yang belum panen dan diperkirakan panen di april mendatang.

“Saya minta dinas terkait untuk dapat segera merealisasikan harapan petani ini, meskipun terlambat dalam proses penanganannya tapi tidak boleh juga asal dalam penyaluran dananya”.tukas politisi Partai Nasdem ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan KSB Ir. Muhammad Saleh. MSI yang di konfirmasi media ini, membenarkan adanya dana penanggulangan dan pengamanan harga gabah yang dianggarkan melalui dinas yang dipimpinnya.

“Alhamdulillah kami telah menerima amanat sebagai Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) dana penganan harga gabah ini, pada hari rabu pekan lalu, dan kami langsung melakukan pendataan dan evaluasi baik terhadap lokasi panen hingga proses pembeliannya oleh pengusaha”. kata M. Saleh sapaan akrab Kadis Ketahanan Pangan ini.

Menurut M. Saleh kalau saat ini pihaknya telah mengucurkan dana tersebut kepada mitra yang ditunjuk  pada hari sabtu (26/3) kemarin sebesar Rp. 250 juta untuk dua mitra usaha yang memenuhi kriteria yang ditentukan pihaknya. Sedangkan untuk minggu ini diperkirakan rabu besok akan ada pencairan lagi kepada mitra dinas.

“Untuk tahap awal kami telah menyalurkan ke UD. Pantasi Taliwang dan UD.Lang Pasir Sapu gara sebagai pengelola dan mereka saat ini rata -rata suda habis modal yang kita kasih karena barang yang dibelihnya belum disalurkan atau terjual”.terang M. Saleh.

Dikatakan M. Saleh kalau pihaknya telah menetukan kriteria bagi rekanan yang akan menjadi mitra dinas dalam hal ini diantaranya, harus memiliki Gudang,Lantai Jemur atau Hedrayer (pengering),  Mesin Heler (penggiling), yang mempunyai kwakitas bras diterima bulog, memiliki relasi yang jelas dan bisa bermitra dengan Bulog.

“Setiap mitra juga memberikan Agunan sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman Modal”. urai M. saleh

Selain itu, M. Saleh juga menyebutkan bahwa lokasi panen bulan maret tahun ini suda mencapai kurang lebih 6000 Ha, sedangkan yang belum sekitar kurang lebih 1000 Ha di wilayah KSB.

” Luas lahan pertanian padi kita 12000 Ha yang tersebar dibeberapa kecamatan, dan yang suda panen 6000 Ha. Dan sisanya akhir maret ini dan april mendatang”. Demikian terang M Saleh.