oleh

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Sumbawa Barat Gagal Panen

SUMBAWA BARAT – Ratusan hektar lahan tanaman padi yang dinyatakan gagal panen di musim tanam kedua terus bertambah. Dari data awal Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 337,59 hektar sekarang bertambah menjadi 450,17 hektar yang berada di Kecamatan Jereweh dan Kelurahan Menala Kecamatan Taliwang.

“Kondisi kita saat ini sedang puncaknya musim kemarau sehingga kami prediksi lahan pertanian yang mengalami gagal panen akan terus bertambah,” ungkap Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Tanaman Pangan Syaiful Ulum SP, Senin lalu, (5/10).

Kendati mengalami gagal panen dirinya memastikan semua lahan tersebut sudah diusulkan sebagai penerima program AUTP.

Kemarau panjang serta tidak adanya sumber mata air yang bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk mengairi lahan mereka menjadi faktor utama. Apalagi saat ini puncaknya musim kemarau sehingga ratusan hektar lahan tidak bisa diselamatkan.

Terlebih lagi daerah-daerah yang dinyatakan Puso saat ini rata-rata bersifat tadah hujan. Kalaupun dibantu dengan mesin air yang sudah didistribusikan ke petani juga tidak bisa maksimal, karena tidak ada sumber mata air.

“Rata-rata lahan yang puso ini jauh dari sumber air sehingga kesulitan untuk diselamatkan. Kalaupun kami bantu dengan mesin air tidak akan bisa maksimal karena sumber airnya tidak tersedia,” sebutnya.

Diakuinya memamg masalah terbesar yang dihadapi para petani saat ini yakni minimnya sumber mata air. Pihaknya juga belum bisa optimal membantu dengan menyediakan sumber mata air,  baik itu sumur bor dalam maupun sumber air permukaan. Terpangkasnya sejumlah anggaran menjadi masalah utama sehingga belum bisa ditangani maksimal. Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah menyiapkan pola lain membantu petani yakni dengan program AUTP. Bahkan lahan yang saat ini mengalami gagal panen juga sudah diansuransikan dan saat ini masih berproses.

” Masalah kekeringan yang terjadi saat ini sudah menjadi masalah klasik tetapi belum maksimal kita tangani. Makanya kami siapkan program AUTP untuk membantu petani sehingga kerugian akibat musim kemarau bisa diminimalisir,” tutupnya.