oleh

Anggaran Dipangkas, Penanganan Pasar Brang Rea dan Brang Ene Dipastikan Molor

SUMBAWA BARAT – Penanganan terhadap pasar Brang Rea dan Brang Ene hasil pembangunan tahun 2017 dan 2018, dipastikan molor hingga tahun 2021 mendatang. Sebab dua pasar tersebut ditaksir menghabiskan anggaran Rp4,2 miliar tersebut, tidak mendapatkan anggaran di APBD-Perubahan untuk penanganan lebih lanjut lantaran anggaran terserap untuk penanganan Covid-19.

“Memang anggaran penanganan dua pasar ini sudah kami usulkan di APBD-Perubahan sebesar Rp1,6 miliar tetapi karena masih pandemi covid-19 akhirnya tidak disetujui. Akibatnya kami harus menunggu di tahun berikutnya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) melalui Kabid Perdagangan Rahadian S. Pd., M. Si, Rabu (9/9) minggu yang lalu.

Dirincikannya, untuk Brang Rea pihaknya telah mengusulkan anggaran di APBD-P sebesar Rp746 juta dan pasar Brang Ene sebesar Rp934 juta. Khusus untuk Brang Ene anggarannya memang sangat besar karena masih banyak item yang belum terbangun. Salah satunya yakni penambahan urugan tanah karena lokasinya sangat rendah. Sementara untuk pasar Brang Rea hanya untuk penambahan pavin blok dan pagar pengaman saja. Tetapi karena ada pertimbangan lain sehingga anggaran tersebut tidak kunjung diberikan. Akibatnya pemanfaatan pasar ini akan kembali mundur hingga tahun berikutnya dan itupun jika anggarannya kembali disetujui.

“Kami tidak bisa berbuat banyak karena memang anggarannya tidak diberikan sehingga secara otomatis penggunaannya juga akan mundur,”  sebutnya.

Dirinya juga mengkhawatirkan jika kedua pasar ini tidak segera ditempati akan rusak begitu saja sehingga akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Untuk itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah untuk bisa diberikan anggaran untuk penanganan lebih lanjut. Sehingga asas manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat dan pembangunannya tidak mubazir. Tentu untuk menjaga aset tersebut pihaknya berharap kepada kepala desa untuk memantau keberadaan kedua pasar dimaksud. Supaya tidak ada yang merusaknya, karena jika terjadi hal demikian maka anggaran penanganan lebih lanjut juga akan membengkak.