Sepak Terjang Caleg Jadi Patokan Warga KSB untuk Memilih pada Pemilu 2024

SUMBAWA BARAT – Sepak terjang atau rekam jejak calon anggota legislatif atau caleg menjadi pertimbangan penting bagi warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memilih pada Pemilu 2024 ini. Hal itu berlaku baik untuk incumbent atau petahana maupun pendatang baru.

Salah satu warga Kecamatan Jereweh, Hasyim, mengaku lebih sreg memilih petahana DPRD KSB pada Pemilu 2024. Menurutnya, petahana lebih mudah dilacak latar belakang dan sepak terjangnya dibandingkan pendatang baru.

Baginya, latar belakang caleg menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan. Latar belakang itu antara lain meliputi pekerjaan, kinerja selama menjadi anggota legislatif, komunitas atau lingkungan, dan kondisi ekonomi caleg.

Beberapa hal itu menjadi pertimbangan penting bagi warga Jereweh itu untuk menentukan pilihan caleg pada Pemilu 2024. Caleg yang latar belakangnya tidak jelas, tidak akan dia pilih.

“Kalau orang desa seperti saya, yang penting lihat kinerja caleg itu bagaimana. Kalau bagus ya dipilih. Itu kan bisa dinilai, misalnya selama menjabat sebagai anggota dewan, apakah bisa merealisasikan janji dan bisa merealisasikan aspirasi warga. Kalau caleg pendatang baru itu belum bisa dipercaya,” kata Hasyim saat dihubungi wartawan, Sabtu (3/2/2024).

Namun demikian, Hasyim menilai pendatang baru sebenarnya bisa merebut suara caleg petahana asal mau bekerja lebih keras. Warga Jereweh mudah tersentuh hati ketika para caleg bisa langsung mendatangi konstituen door to door alih-alih berkampanye dengan cara memasang baliho atau mengumpulkan massa.

Dengan meminta doa restu serta menjelaskan visi-misi secara langsung, warga pasti lebih bersimpati. Masalahnya, sejauh ini belum ada caleg pendatang baru di dapilnya yang melakukan kampanye door to door tersebut, sehingga ia tidak bisa mengenal mereka lebih dekat.

Enggan Berspekulasi

“Saya sendiri tidak mau berspekulasi dengan memilih caleg pendatang baru yang belum teruji atau belum kenal. Kalau mereka mau kampanye door to door mungkin warga desa bisa pilih mereka. Karena cara itu cukup efektif menyentuh hati warga,” ungkap dia.

Berbeda dengan warga Desa Talonang, Kecamatan Sekongkang, Abdi. Ia mengatakan pada Pemilu 2024 ini akan memilih caleg pendatang baru. Pertimbangan itu lebih didorong aspek subjektivitas karena caleg yang dia pilih merupakan temannya dan dia tahu rekam jejaknya.

Walaupun ia juga sama sekali tidak yakin caleg yang dipilih akan mendapatkan kursi di DPRD. Hal itu karena kenyataan di lapangan banyak warga desa sekitarnya akan memilih caleg petahana. Warga desa dan caleg petahana pada umumnya sudah menjalin kontrak politik.

Sebagai contoh, warga mau memilih caleg tertentu asal caleg itu mau membantu pembangunan infrastruktur desa. Abdi memaklumi hal tersebut karena wilayah memang jauh dari pusat kabupaten.

Kondisi itu menyebabkan desa yang berada di wilayah pinggiran kurang mendapatkan perhatian dalam pembangunan. “Maka, ketimbang bertahun-tahun enggak diperhatikan, mereka bikin semacam kontrak politik itu. Biasanya dengan caleg petahana. Kalau tidak begitu, daerah sini malah enggak dapat apa-apa,” ucap dia.

Warga Kecamatan Maluk, Haris, menyampaikan meski belum menentukan pilihan, tetapi dia lebih condong akan memilih caleg baru pada Pemilu 2024, terutama yang masih muda.

Dia beralasan generasi-generasi mudah harus diberikan kesempatan untuk turut membangun daerah. Selama ini wakil pemuda di lembaga legislatif KSB sangat jarang.

Sementara itu, warga Kecamatan Brang Rea, Arjun, mengatakan secara umum warga di desanya masih akan memilih caleg petahana. Caleg petahana dianggap warga sudah memiliki ketokohan di masyarakat.

Door to Door Jadi Model Kampanye Paling Efektif

Adapun warga yang menghendaki perubahan dengan memilih caleg baru juga ada tetapi jumlahnya masih kalah dengan warga yang memilih petahana.

“Pertimbangan saya memilih caleg itu yang saya anggap bisa menyalurkan aspirasi kelompok. Saya berkecimpung di sektor pertanian dan kehutanan, maka caleg yang perhatian dengan hal itu, bakal saya pilih,” jelas pria setengah baya itu.