oleh

Mantan Polisi Negara Rusia Perang Lawan Narkoba di Bali

BALI – Wakil Komandan I Walet Reaksi Cepat (WRC) Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Bali, Kotukhov Artem mengatakan, prihatin dengan peredaran narkoba di Bali yang sangat masif. Khusus untuk warga negara asing yang terlibat dalam narkotika, Artem mengatakan dia memiliki data hampir kurang lebih 1000 orang.

Di lansir dari Media Suara Denpasar, Warga negara Rusia yang pada Bulan Juli 2021 lalu pernah dideportasi itu mengatakan selama ini pihaknya sudah bekerja sama dengan Polda Bali. Dan akan segera bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali untuk lebih giat dalam menumpas masifnya peredaran narkoba yang melibatkan warga negara asing di Bali.

“Saya pikir sebentar lagi kami akan buat surat kerja sama dengan BNN Bali, biar nanti lebih efektif dan lebih banyak tangkap-tangkap karena informasi kita punya 1000-an,” katanya usai Focus Grup Discusion yang diselenggarakan oleh WRC LAN Bali, pada, Jumat 31 Jum’at 2023.

Senada dengan itu, Komandan WRC Bali, Berny Wie Rido menjelaskan bahwa mereka terpanggil untuk menyelamatkan generasi muda dari kejahatan narkotika. Lebih lanjut, Berny mengatakan, semua kasus narkoba terutama warga negara asing yang selama ini diungkap pihaknya, adalah berkat kerja Kotukhov Artem.

Di sisi lain pelaku yang juga merupakan pengamat pariwisata Bali, Taufik Umri mempertanyakan terkait legalits orang asing, seperti ijin tinggal yang di gunakan dan IMTA bagi ormas yang mengkaryakannya yang mana WN Rusia tersebut terlibat langsung dalam Lembaga Anti Narkotika perangi Narkoba di Bali.

“Kita lihat sepintas memang tujuannya sangat bagus, karena membantu aparat penegak hukum kita dalam mengungkap peredaran Narkotika. Namun di sisi lain kita mesti waspada dan mencari tahu track record yang bersangkutan. Karena saat ini banyak kasus WNA di Bali dengan berbagai modus. Ungkapnya dalam rilis yang di terima media ini, pada, Selasa 18 Maret 2023.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa aparat kita jangan sampai kecolongan. Serta berharap kepada Imigrasi dan instansi terkait lainnya untuk mengecek legalitas yang bersangkutan tergabung dalam organisasi LAN maupun dokumen keimigrasian yang bersangkutan.

“Terkadang kita under estimate terhadap segala sesuatu yang melibatkan WNA, dan cenderung merasa bangga karena ada peran aktif orang asing terlebih bersedia menjadi donatur. Memang kita masyarakat Bali sangat ketergantungan dengan turis asing, namun jangan mau dibodohi dengan modus tertentu untuk melakukan hal negatif yang mengganggu keamanan Bali”. Pungkasnya.(ril)