Bupati Sumbawa Barat Ingatkan Program Posyandu Gotong Royong Dan AGR

SUMBAWA BARAT – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr Ir H W Musyafirin, MM mengingatkan aparatur pemerintahan bahwa salah satu program yang menjadi perhatian saat ini adalah pembentukan posyandu gotong royong, dimana ada Agen Gotong Royong (AGR) yang diberikan kepercayaan, namun sebagai aparatur tetap harus ikut memberikan perhatian dalam menyukseskan program dimaksud.

“Posyandu bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya aktifitas pertemuan antara warga dengan petugas kesehatan untuk proses penimbangan bayi, pemberian vitamin, cek kesehatan ibu hamil, tetapi di KSB Posyandu gotong royong sebagai pusat pelayanan setiap persoalan warga dan dapat dikatakan sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” kata HW Musyafirin kepada media ini, Senin (20/4/2022).

Masih keterangan H Firin sapaan akrabnya, fungsi posyandu gotong royong yang sedang dalam penataan sebagai central pelayanan terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“AGR yang direkrut sudah mendapatkan pelatihan sebagai upaya peningkatan kapasitas, bahkan saat ini sudah mulai menjalankan tugasnya, seperti melakukan pendataan, memfasilitasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Lanjut H Firin, pembentukan posyandu gotong royong adalah salah satu program unggulan pada periode kedua kepemimpinannya, sehingga diharapkan kepada seluruh stakeholder dan aparatur khususnya agar bisa berperan aktif.

“Mari secara bersama-sama kita sukseskan program ini dengan mewujudkan Posyandu gotong royong sebagai basis penanganan persoalan apa pun yang ada di tengah masyarakat,” tandasnya.

Para ASN juga dituntut untuk mengetahui apa saja program posyandu ini, untuk selanjutnya turut bergerak ditengah masyarakat, memberikan sosialisasi dan pemahaman.

“Semuanya harus bergerak secara bersama-sama. Para agen melakukan pendataan dimana akurasi data menjadi suatu hal yang penting, karena berkaitan erat dengan intervensi yang akan dilakukan. Selain itu, para agen juga  memiliki tugas terpenting lainnya yaitu bagaimana mendorong partisipasi masyarakat untuk datang ke Posyandu agar terus meningkat,” imbuhnya.

Dalam program ini lanjut Bupati, Keberadaan Posyandu gotong royong bukan untuk pelayanan kesehatan dasar saja, melainkan disitu tempat berkumpulnya para  agen dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan atau peliuk masing masing. Setiap masalah dibicarakan dan dicarikan solusinya secara besama-sama. Jadi semuanya digotong royongkan. Termasuk urusan posyandu dan hasilnya nanti akan dievaluasi dalam forum Pelayanan Setara Inklusif Andalan (Yasinan).(*)