oleh

Pamswakarsa Buruh Jejaq Kumpul Ingatkan Semua Elemen Bergerak Amankan Mandalika

LOMBOK TENGAH – Sejumlah masyarakat melalui Pamswakarsa di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menegaskan siap bergerak mengamankan Pujut dan lingkar Mandalika dari protes pihak pihak yang ingin mengganggu keamanan perhelatan event International Moto GP.

“Ini menyangkut marwah negara, marwah Lombok Tengah. Ini wujud terimakasih kita masyarakat atas hadiah Sircuit bertaraf dunia dan even Moto GP,” kata, Ketua Pamswakarsa Buruh Jejaq Kumpul, Pujut, Amaq Maulidi, 50 tahun, Senin (14/3).

Amaq Maulidi menegaskan, tetap menolak segala bentuk provokasi, aksi protes yang dilaksanakan kelompok manapun dilingkar Mandalika, khususnya Pujut. Pihaknya sudah menggalang kekuatan masyarakat untuk ikut mengamankan event ini.

Sebagai ketua Pamswakarsa, Amaq Maulidi mengingatkan pihak manapun untuk tidak melakukan upaya apapun merusak nama baik Lombok Tengah. Ia menegaskan lembaganya dan masyarakat berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik.

“Kami juga minta aparat kepolisian di Lombok Tengah dan Polda NTB, agar menindak tegas pihak pihak manapun yang mencoba memanfaatkan momentum pelaksanaan event Moto GP, yang menciptakan gangguan Kamtibmas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Pariwisata Lombok Tengah (FP3LT), Alus Darmiah mengingat para senior yang tergabung dalam organisasi SPN NTB untuk tidak menganggu aktifitas Mandalika.

Masyarakat di NTB dan Mandalika menurutnya sudah sangat tenang dan nyaman. Dan kondisi Mandalika sangat kondusif.

“Jangan ganggu, saya mohon kepada senior untuk jangan ganggu Mandalika. Selesai Moto GP kita bisa duduk bersama lagi. Bicara. Kalau dengan aksi protes, itu salah besar. Kita sudah kondusif jangan dibuat gangguan dengan protes protes yang mengatas namakan kepentingan kelompok,” demikian, Alus Darmia.

Tidak hanya elemen Pujut dan lintas tokoh masyarakat dan adat yang bicara, peringatan juga disampaikan tokoh LSM NTB seperti Laskar NTB dan forum kepala dusun se lingkar Mandalika juga bereaksi menentang berbagai propaganda dan issue negatif yang dibangun sekelompok organisasi yang berencana menggelar aksi tepat di moment Moto GP.

Bahkan sejumlah elemen menegaskan ikut menggerak massa menjaga serta melindungi Mandalika dari gerakan yang merusak.(sp)