Bukit Anak Dara Sembalun Terbakar

Amukan si jago merah kembali membakar padang savana Bukit Anak Dara, Orong  Goar Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Jumat.

Angin yang cukup kencang dengan cepat menyambar ranting dan pepohonan kering sehingga kobaran api dalam waktu singkat melahap sekitar tiga hektar kawasan itu saat ini, kejadiannya sekitar pukul 13.30 Wita, Jumat (13/11).

Siang itu, kepulan asap terlihat membubung ke udara sehingga membuat warga Sembalun mengabadikan momen itu dengan kamera handphone nya masing-masing. Sekitar pukul 15.00 Wita, Kapolsek Sembalun dan 13 anggotanya bersama tim gabungan dari Resort Pengelola Hutan (RPH) Sembalun serta masyarakat setempat langsung naik ke bukit untuk memadamkan api.

Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Panca Warsa, mengetahui adanya kebakaran berdasarkan dari laporan warga Sembalun Lawang bernama Fadlan. Tentang adanya asap di bukit Anak Dara sekitar pukul 15.00 Wita, pada saat itu juga ia mengumpulkan anggotanya 13 orang bersama dengan anggota RPH Sembalun dan beberapa masyarakat meluncur ke lokasi untuk melakuakan pemadaman api tersebut.

“Lokasi kejadiannya di kawasan KPH Rinjani Timur, kami bertindak cepat  memadamkan api menggunakan alat seadanya bersama agnggota RPH Sembalun dan masyarakat,” jelas, Iptu L Panca Warsa.

Tim gabungan berjuang memadamkan api dengan lokasi yang agak sulit yakni tebing yang terjal, sehingga membuat tim gabugan kesulitan memadam api tersebut hingga pukul 16.30 Wita belum bisa dipadamkan hingga berita ini diturunkan

“Api belum bisa kami padamkan, karena waktu mau masuk maghrib, maka besok kami akan lanjutkan lagi untuk pemadaman apinya”, terangnya.

Sementara itu, adapun titik api diduga berasal dari padang savana wilayah Desa Belanting, Kecamatan Sambelia.

Sehingga api menjalar ke bukit Anak Dara yang merupakan kawasan hutan KPH Rinjani Timur. Saat ini sebagian api sudah dapat dipadamkan, yang belum bisa di padamkan adalah lokasi terjal dan tidak dapat di jangkau.

Kepala KPH Rinjani Timur, L Ayub Zainuddin saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya sudah menerima laporan mengenai terbakarnya anak gunung dara tersebut.

“Kami sudah terima laporan dan tim sedang berusaha untuk melakukan pemadaman,” tegasnya.

Ia menjelaskan dugaan sementara kebakaran terjadi akibat dibakar oleh warga seperti kasus yang terjadi sebelumnya. Karena di lokasi bukit anak dara itu saat ini tidak ada pendaki, sehingga kalau kebakaran disebabkan karena puntung rokok tentunya tidak mungkin.

“Yang jelas kita masih selidiki penyebab kebakaran,” ujarnya.(SP)