SUMBAWA BARAT – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyoroti maraknya kecelakaan lalu lintas yang diduga disebabkan oleh tumpahan material batu bara dari truk pengangkut di ruas jalan lintas Jereweh–Benete.
Insiden kecelakaan tersebut dinilai kerap berulang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Batu bara diketahui diangkut dari Pelabuhan Benete menuju Desa Kertasari untuk memenuhi kebutuhan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tambora.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumbawa Barat, Gusti Lanang Mediar, menyampaikan keprihatinannya atas lemahnya pengawasan dari pihak-pihak terkait terhadap aktivitas bongkar muat dan pengangkutan batu bara.
“Peristiwa seperti ini sering terjadi dan berulang-ulang. Kenapa terus dibiarkan? Jangan sampai aktivitas bisnis justru mengorbankan keselamatan masyarakat,” tegas Joy sapaan akrabnya Gusti Lanang Mediar, Jum’at, 30 Januari 2026.
Joy menilai, tumpahan material batu bara di badan jalan menunjukkan adanya dugaan kelalaian dari perusahaan penyedia jasa angkutan maupun bongkar muat, serta minimnya pengawasan dari pemangku kebijakan.
Lebih lanjut, Joy meminta pihak PLTU Tambora selaku pengguna batu bara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan penyedia dan pengangkut batu bara yang dinilai tidak menerapkan standar keselamatan kerja dan keselamatan lalu lintas.
“PLTU Tambora harus memberikan teguran keras dan melakukan evaluasi terhadap perusahaan penyedia batu bara. Ini bukan sekadar persoalan bisnis, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat pengguna jalan,” ujar Joy.
MPC Pemuda Pancasila Sumbawa Barat menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan mendesak pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
