oleh

Praktisi Media Sebut Tak Ada Politisasi Etnis dan Suku di Pilkada KSB

SUMBAWA BARAT – Praktisi media, Andy Saputra, menekankan tidak ada politisasi suku dan etnis dalam proses demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumbawa Barat.

Ini dikatakan, Andy, menyikapi argumentasi yang menyebut, kecaman terhadap narasi yang memainkan issue politik suku dan etnis di Pilkada setempat.

“Survey di medsos dan opini yang berkembang,  tidak ada yang mainkan politisasi suku dan etnis. Suku dan etnis di KSB dan Sumbawa Sama. Yakni etnis dan suku Samawa. Bursa bakal calon di KSB juga sama, berasal dari suku dan etnis Samawa,” kata, Andy yang juga mantan wartawan senior serta analisis politik,  Selasa (23/7).

Menurut Andy suku dan etnis kita di KSB sama. Begitu juga bakal calon Bupati dari suku yang sama. Ia menangkap, narasi dan opini yang berkembang di media massa dan media sosial, hanya soal sejauh mana  kontribusi terhadap kepentingan lokal dan rakyat Sumbawa Barat.

Issue yang diulik kata dia, hanya soal tempat tanggal lahir dan domisili bakal calon yang mengikuti bursa Pilkada saja. Bukan soal suku dan etnis.

“Kalau kita teliti kembali, narasi kritisnya justru soal kontribusi dan pengabdiannya di Sumbawa Barat. Karya karya besar untuk kemaslahatan warga Sumbawa Barat serta menyentuh rasa keadilan atau tidak. Misalnya keberpihakan soal tenaga kerja lokal, pengangkatan guru dan PTT,” tandasnya.

Justru narasi kritis yang berkembang yakni,  kontribusi bakal calon asal luar Sumbawa Barat yang dilihat masyarakat, yang faktanya tidak proporsional. Antara masa tugas selama menjabat serta karya yang dihasilkan untuk kepentingan Sumbawa Barat.

“Ini hanya soal mana bakal calon yang lebih banyak pengorbanannya untuk rakyat Sumbawa Barat. Atau sebaliknya, hanya cari untung dan panggung menjabat di Sumbawa Barat tapi kontribusinya lebih banyak jadi tukang isi amplop penguasa. Alias bumper atau pemadam kebakaran,” demikian, Andy.(dev)