oleh

Pantai Maluk Tongkrongan Karyawan Perusahaan Tambang Emas dan Tembaga Gelap Gulita

SUMBAWA BARAT – Daerah lingkar tambang terutama Kecamatan Maluk sedikit dirasakan sejumlah warga setempat mulai menggeliat dalam beberapa bulan terakhir.

Pantai Maluk yang menjadi icon wisata setempat kini dirasakan mulai ramai, para pedagang mulai menggeliat dengan kehadiran pengunjung.

Sayangnya Pantai yang menjadi tongkrongan masyarakat, tamu luar daerah dan karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)serta karyawan perusahaan sekitar tambang lainnya itu, di malam hari nampak terkesan gelap gulita, begitu juga dengan jalan sekitar Pantai Maluk gelap, tidak seperti biasanya diawal pembangunannya.

Sejak ditinggal PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang membangun sejumlah infrastruktur di Pantai Maluk kini nyaris tak terurus, lampu penerangan misalnya sejak 2014 sudah tidak ada lagi.

Salah satu tokoh Pemuda Maluk, Kamaluddin,SE kepada wartawan mengatakan, sejumlah komponen di Maluk sudah mengusulkan lampu penerangan sejak tahun 2018 lalu, namun hingga kini tidak ada pihak yang peduli.

” Di Musrenbang Tahun 2018 sudah diusulkan melalui Pemdes setempat namun hingga saat ini tidak ada realisasi,” ujar Owet sapaan akrab Kamaluddin, Senin (25/4/2022) kemarin.

Menurut Owet yang aktif sebagai Sekreterasis Lembaga Adat Tanah Samawa (LATS) Maluk ini, akibat gelap disekitar Pantai Maluk dimanfaatkan oleh remaja untuk berbuat mesum.

” Dalam catatan kami ada beberapa kasus soal ini, akibat kondisi yang memungkinkan oknum berbuat asusila, ini sangat memperihatinkan semoga ada solusi baik Pemerintah maupun perusahaan yang ada di Maluk,”  harapnya.

Yang sempat memalukan menurut Owet, saat sejumlah Mahasiswa asal Bandung datang ke Pantai Maluk mereka kecewa, dimana saat itu Pantai Maluk yang mereka saksikan di YouTube tidak sesuai kenyataan.

” Ini sangat memalukan, masyarakat Maluk kan rata- rata memiliki banyak tamu dari luar, masyarakat sini kalau ada tamu pasti bawah tamunya jalan jalan ke Pantai Maluk, ya kadang mengecewakan kita pun jadi malu, habis bagaimana lagi tak ada tempat lain untuk tongkrongan,” pungkas Owet.