oleh

Jelang Musda, Enam DPC Dukung Indra Jaya Usman Jadi Ketua Demokrat NTB

MATARAM – Nama Indra Jaya Usman (IJU) mencuat sebagai kandidat kuat Calon Ketua Partai Demokrat NTB dengan mengantongi dukungan dari enam DPC Partai Demokrat Kabupaten/Kota.

Enam DPC pendukung IJU antara lain, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Kota Bima.

Deklarasi dukungan enam DPC dilakukan sekaligus jumpa pers, di Lombok Astoria Hotel, Rabu malam, 8 Desember 2021.

Enam Ketua DPC yang hadir antara lain Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Barat, Indra Jaya Usman (IJU), Ketua DPC Demokrat Lombok Tengah, Ahmad Ziadi, Ketua DPC Demokrat Sumbawa, Syamsul Fikri, Ketua DPC Demokrat Sumbawa Barat, Mustakim Patawari, LM, Ketua DPC Dompu, Ismul Rahmadin, dan Ketua DPC Demokrat Kota Bima, HM Qurais H Abidin.

Dipercaya membuka keterangan pers, Ketua DPC Demokrat Sumbawa, Syamsul Fikri mengatakan, enam Ketua DPC Demokrat berkumpul untuk berikhtiar politik bersama mendukung IJU sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTB dalam Musda yang akan digelar pekan depan.

“Kami para Ketua DPC sudah sepakat dan mufakat untuk mendukung IJU,” kata Syamsul Fikri.

Dikatakan, selama ini berkembang informasi bahwa sejumlah Ketua DPC juga berkeinginan maju memimpin Demokrat di tingkat Provinsi. Namun, informasi yang valid saat ini adalah dukungan enam DPC untuk IJU.

“Di beberapa media saya memang sempat menyatakan maju, demikian juga sesepuh dan senior kami pak Qurais. Tetapi pada akhirnya kami sepakat dan punya semangat sama untuk mendukung IJU. Ketua DPC Demokrat Lombok Barat ini dirasa mewakili, punya integritas, muda dan teruji, yang kami rasa bisa membawa partai Demokrat mencapai bintangnya,” ujarnya.

DEKLARASI DUKUNGAN: Enam DPC Partai Demokrat Kabupaten/Kota, memberikan dukungan pada IJU, Rabu malam (9/12).

Ketua DPC Demokrat Lombok Tengah, Ahmad Ziadi mengatakan, figur IJU dipilih untuk didukung karena beberapa alasan mendasar.

IJU dinilai representasi Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di daerah ini. Sama-sama muda, dan sama-sama punya gaya komunikasi yang teduh dan merangkul siapa saja.

“Cukuran (rambut) IJU juga mirip Ketum AHY. IJU bagi kami figur berani dan punya  keinginan sama rasa dan penjiwaan dengan DPC. Sehingga sangat niscaya kami akan mendengar satu sama lain nantinya,” katanya.

Komunikasi dan soliditas antara DPD dan DPC, menurut dia menjadi kunci sukses keberhasilan Demokrat mendulang kemenangan di Pemilu 2024 mendatang.

“Karena DPC ini lah yang mengumpulkan suara. Kami yakin IJU mampu memimpin para Ketua DPC se-NTB untuk menuju kemenangan Demokrat di tahun 2024,” katanya.

Ketua DPC Demokrat Sumbawa Barat, Mustakim Patawari, LM menilai, dukungan enam DPC untuk IJU mewakili keterwakilan geografis Lombok dan Sumbawa.

“Kami harapkan menghadapi Musda ini dengan wajah ceria NTB. Dukungan enam DPC ini merefleksikan keseimbangan dua pulau. Proporsional dukungan dari Lombok dan Sumbawa,” katanya.

Mustakim mengatakan, IJU menjadi semangat perubahan Demokrat di NTB. Muda adalah kekuatan, bagi Mustakim, tak hanya sekadar slogan dan jargon semata.

“Muda adalah kekuatan tak hanya slogan saja. Pengalaman dalam memimpin Parpol tak boleh dianggap muda oleh siapapun,” tegasnya.

Ketua DPC Demokrat Dompu, Ismul Rahmadin mengatakan, dukungan untuk IJU dilakukan agar kader pemimpin muda potensial punya kesempatan.

“Kita ingat pada Kongres yang lalu dimana semua sepakat seluruhnya untuk Ketum AHY, karena muda adalah kekuatan. Sehingga kami juga memberikan kesempatan untuk Indra Jaya Usman memimpin Partai Demokrat di NTB,” katanya.

Menurutnya, IJU bukan kader yang sembarangan. IJU sudah tiga periode menjadi wakil rakyat di DPRD Lombok Barat, dan sudah dua periode memimpin DPC Demokrat Lombok Barat.

“IJU punya banyak kelebihan dalam hal kepemimpinan. Bukan berarti yang lama tidak baik, tetapi semua punya kelebihan dan kekurangan. Namun kami tidak bicara kelebihan dan kekurangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kota Bima yang juga sebagai sesepuh Demokrat di NTB, HM Qurais H Abidin menegaskan, dukungan untuk IJU agar Partai Demokrat di NTB bisa kembali meraih kejayaannya seperti satu dekade silam.

“Kami empat DPC dari pulau Sumbawa mendukung IJU demi cita-cita luhur, bahwa partai Demokrat harus kembali meraih kejayaannya di 2024. Partai Demokrat harus berani calonkan Kader sebagai kepala daerah Gubernur dan atau Wagub, jangan cari kader dari luar lagi kalau memang kita masih punya kader sendiri yang potensial,” tegasnya.

Qurais menegaskan, muda adalah kekuatan akan terejawantahkan, sebab Ketum AHY muda dan IJU muda. Sehingga akan memiliki semangat dan kinerja yang berakselerasi sama pula untuk kemenangan Demokrat.

“AHY muda IJU juga muda, jadi cocok dan ideal. Muda adalah kekuatan untuk mencapai tujuan yang lebih jauh. Demokrat di Pemilu 2024 harus berhasil menjadi papan atas. Walau tak bisa merebut nomor 1, setidaknya bisa nomor 2,” tegasnya.

Calon Ketua Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman mengatakan, deklarasi dan keterangan pers digelar agar publik masyarakat mengetahui dengan baik.

Menurut dia, beberapa bulan terakhir informasi dan pemberitaan banyak muncul terkait spekulasi Calon Ketua dalam Musda Partai Demokrat NTB tahun ini.

“Berapa bulan lalu riuh rendah partai Demokrat muncul, banyak spekulasi-spekulasi, ada juga yang menyebut dirinya sebagai calon kuat dan lain lain. Nah, malam ini kami jelaskan semua dengan terang benderang,” katanya.

IJU menegaskan, partai Demokrat selama ini memilih politik santun dan cerdas. Enam DPC berkumpul dan menyampaikan deklarasi, karena pada 7 Desember 2021 DPP Demokrat sudah menerbitkan surat tentang jadwal Musda di NTB.

“Dalam surat DPP tentang jadwal Musda, bahwa Musda akan dilaksanakan pada 17 Desember 2021. Sehingga secara etika politik, sudah saatnya kami memberikan penjelasan ke publik sehingga nggak ada lagi spekulasi yang ngalor-ngidul,” katanya.

IJU mengapresiasi dukungan untuk dirinya. Menurut dia, hal ini tidak muncul begitu saja, tetapi sudah melalui berbagai proses yang panjang.

Dijelaskan, kisruh Partai Demokrat di awal 2020 silam dimana ada pihak-pihak eksternal yang berupaya mengambil alih Demokrat.

“Awal tahun itu ada kejadian luar biasa yang sama-sama kita ketahui. Ada intervensi eksternal yang ingin merebut paksa Demokrat. Hal ini yang menjadi bahan diskusi panjang kami dengan kawan-kawan Demokrat di daerah bagaimana Demokrat ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini Demokrat sedang mulai menanjak dan akan bangkit seperti kejayaannya 10 tahun lalu. Hal ini di dua membuat banyak pihak eksternal ingin merebut.

Hasil diskusi dan pembahasan panjang para Ketua DPC Demokrat di NTB akhirnya memunculkan sikap bersama bahwa Demokrat harus tetap solid, kuat dan kompak. Sehingga, kami sepakat harus ada satu orang yang pimpin dari internal. Karena kader internal yang sudah paham arah perjuangan dan akan bisa membawa partai Demokrat menuju kejayaannya,” katanya.

“Kami juga tegak lurus dengan perintah Ketum AHY. Kami akan tetap jaga kondusifitas dan soliditas partai. Kami berkeinginan membawa Demokrat kembali ke khitahnya, yakni Partai yang inklusif, nasional religius, dan terbuka untuk semua orang,” katanya.(red)