oleh

Dua Personil Polda NTB Raih Penghargaan Menjadi Polisi Baik Indonesia

JAKARTA – Dua personel Polda NTB mendapat piagam penghargaan dalam program mencari 1000 Polisi Baik Indonesia, yang digelar oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-14 PPWI, dilaksanakan di Hotel Teraskita, Jakarta, Kamis (11/11/2021) lalu.

Kedua personel Polda NTB merupakan, IPDA Eko Ari Prastya, SH, sebelumnya IPDA Eko pernah bertugas menjadi Kanit Pidum Satreskrim Polres Sumbawa Barat dan saat ini menjabat sebagai Kanit Tipikor. Sementara, dari Direktorat Intelkam Polda NTB, IPDA Kamaruddin, SH, selain bertugas sebagai polisi di Polda NTB, ia juga sempat dipercaya sebagai perwira penghubung Gubernur NTB.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A, yang dihadiri oleh Duta Besar Maroko untuk Indonesia Ouadia Benabdellah, Wakil Ketua DPD RI Maya Rumantir, Ketua Komisi I DPD RI, Brigjen Pol.Dr.Victor Pujdiadi, SpB, FICS, FMD selaku Dewan Penasehat DPN PPWI, perwakilan Polisi Baik Indonesia dan duta besar mitra PPWI secara virtual.

Dalam paparannya, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A, mengatakan, penghargaan Polisi Baik Indonesia diberikan atas usulan dari masyarakat kepada DPN PPWI sebagai penyelenggara.

“Diharapkan dengan pemberian piagam penghargaan, seluruh anggota Polri dapat menjalankan tugas lebih profesional sebagai pengayom, pelindung bagi masyarakat Indonesia,” kata, Alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung, bahwa saat ini ada media yang hanya bertumpuh pada bisnis atau untung semata.

“Tentu ada media yang hanya mengejar untung sehingga hanya perorangan atau kelompok tertentu saja yang bisa membayar dan mempublikasikan keunggulannya,” katanya.

Media warga atau citizen jurnalisme diharapkan menjadi media yang bisa mengangkat dari bukan saja keunggulan, namun juga kelemahan pribadi atau badan usaha.

“Pengangkatan berita kelemahan atau kekurangan perorangan atau badan usaha atau instansi dimaksudkan sebagai alat koreksi untuk menjadi lebih baik, bukan untu menghakimi secara pribadi,” lanjutnya.

Ketua Pelaksana sekaligus Sekretaris Jendral PPWI Fachrul Razi mengatakan kendati acara dilakukan secara sederhana namun memiliki makna yang luar biasa.

“Syukuran HUT PPWI dilakukan secara sederhana. Dilaksanakan di hotel ini dan bisa diikuti secara online melalui channel media sosial,” ungkapnya.

Razi yang juga Ketua Komisi I DPD RI mengungkapkan banyak keunggulan di daerah yang tidak dipublikasikan sehingga tidak diketahui masyarakat.

“Dengan media grup ini diharapkan semua informasi dari berbagai daerah bisa dipublikasikan sehingga berita potensi daerah bisa mendongkrak perkembangan daerah itu sendiri,” ungkapnya.

Agenda ulang tahun juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada perwakilan seribu polisi baik dan peluncuran sejuta media online, dilanjutkan potong tumpeng dan sesi foto bersama.(red)