oleh

Realisasi Investasi Sumbawa Barat Capai Rp3,077 Triliun, Tertinggi se-NTB

SUMBAWA BARAT, SP – Pemprov NTB mencatat realisasi investasi tahun 2020 mencapai Rp11,6 triliun dari target RPJMD sebesar Rp11,5 triliun. Meskipun target realisasi investasi melampaui target, namun sebarannya belum merata di kabupaten/kota.

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat daerah yang realisasi investasinya tertinggi di NTB. Yaitu, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Lombok Timur, Dompu, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah dan Kabupaten Sumbawa.

“Realisasi investasi terendah pada periode Januari – Desember 2020, dimiliki oleh Kota Bima sebesar Rp17,454 miliar, Bima sebesar Rp105,097 miliar dan Lombok Utara sebesar Rp218,075 miliar,”sebut Kepala DPMPTSP NTB, Ir. H. Mohammad Rum, M.T.

Sedangkan Realisasi investasi tertinggi tahun 2020 di NTB, kata Rum, berada di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai Rp3,077 triliun. Kemudian posisi kedua Lombok Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp2,634 triliun dan ketiga Dompu sebesar Rp2,091 triliun. Sementara posisi keempat adalah Lombok Barat sebesar Rp1,915 triliun, kelima Kota Mataram sebesar Rp668,162 miliar, keenam Lombok Tengah sebesar Rp569,487 miliar dan ketujuh adalah Sumbawa sebesar Rp 303,451 miliar.

Realisasi investasi di 10 kabupaten/kota di NTB pada triwulan IV dan sepanjang 2020. (dpmptspntb)

Dari realisasi investasi sebesar Rp11,6 triliun, kata Rum, sebesar Rp7,117 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan Rp4,483 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

‘’Pada tahun 2020, kontribusi PMDN meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2019, sedangkan PMA menurun 4 persen,’’ ungkapnya.

Rum menyebutkan, jumlah negara yang berinvestasi di NTB tercatat 43 negara sepanjang 2020. Realisasi PMA didominasi negara gabungan, Australia, Inggris, Perancis, Jepang, Italia, Rusia, Swedia, Singapura dan Korea Selatan.

Pemprov NTB menargetkan, realisasi investasi tahun 2021 mencapai Rp13 triliun. Rum mengaku optimis target tersebut tercapai mengingat realisasi investasi tahun 2020 melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMD NTB 2019 – 2023.

Realisasi investasi tahun 2020 yang mencapai Rp11,6 triliun tersebut tidak termasuk investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Diharapkan realisasi investasi di KEK Mandalika dapat dilaporkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) pada 2021 ini.

Sejumlah rencana investasi tahun 2021 akan dikejar. Antara lain, rencana pembangunan wisata dolphin atau atraksi lumba-lumba dan satwa lainnya di Gili Petagan Lombok Timur.  Untuk pembangunan wisata dolpin ini, investasinya direncanakan Rp400 miliar.

Kemudian, DPMPTSP juga akan mengejar realisasi investasi di tambang emas dan tembaga milik PT. Sumbawa Timur Mining (STM) di Kabupaten Dompu. Investasi PT. STM di Dompu, kata Rum, nilainya cukup besar.

Selain itu, rencana investasi sejumlah investor di pulau-pulai kecil yang ada di NTB. Seperti kawasan Teluk Saleh. Untuk kawasan Teluk Saleh, Rum mengatakan pihaknya sudah intens menjalin komunikasi dengan investor dari Amerika Serikat dan mereka sudah menjadwalkan datang ke NTB. Kemudian realisasi investasi di Gili Tangkong, termasuk juga realisasi investasi pembangunan smelter di KSB.(SP)