oleh

Muswil PKB NTB Melahirkan Kekecewaan, Kader Perempuan Bangsa Komit Mundur dari PKB

MATARAM, SP – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB NTB yang berakhir pada pekan lalu, nampaknya menyisakan persoalan.

Setelah Gerbang Tani NTB selaku salah satu sayap PKB melalui Ketuanya Viken Madrid menyatakan pamit dari kepengurusan PKB NTB. Lantaran; kepengurusan hasil Muswil yang kembali mengangkat Lalu Hadrian Irfani sebagai Ketua DPW untuk periode kedua.

Kini, Kekecewaan terhadap hasil Muswil tersebut datang dari organisasi sayap partai yakni DPW perempuan bangsa PKB NTB, dimana sejumlah pengurusnya kompak mengundurkan diri mulai dari Sekertaris DPW Perempuan Bangsa PKB NTB, Endang Supriani, bersama Baiq Sarah yang menjabat sebagai Bendahara Perempuan Bangsa dan Fitri Wulandari selaku Wakil Ketua.

“Keputusan ini tak tanggung-tanggung, kami konsolidasi dan menyepakati keputusan ini,” kata Endang pada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Keputusan mereka diambil, lantaran kecewa dengan kepengurusan baru PKB NTB tersebut yang dinilai kurang mengakomodir aspirasi kader di daerah.

Menurut Endang, dirinya bersama  jajaran juga akan mengajak seluruh kader dan simpatisan Perempuan Bangsa untuk mundur dan tidak bergerak lagi dibawah atas nama sayap Partai pimpinan Muhaimin Iskandar.

“Mestinya DPP saat melakukan monitoring dan evaluasi sebelum Muswil, terlebih dahulu mempertimbangkan masukan dan Aspirasi para kader yang ada di Banom (Badan Otonom) termasuk kami agar tak terkesan DPP semena-mena dalam menunjuk Pengurus PKB NTB,” tegasnya.

Endang pesimis, target DPP PKB yang akan menargetkan PKB NTB bisa masuk menjadi tiga besar di NTB di Pemilu 2024 bisa terwujud. Sebab, justru sikap DPP PKB sendiri terlihat banyak mengecewakan kader di akar rumput.

“Doa orang terdzolimi paling cepat dikabulkan lho, jadi jangan mimpi ketinggian PKB bisa besar kedepan. Apa Gus Ami (Muhaimin Iskandar) Mau jadi Capres 2024,” ungkapnya.

Sebelumnya organisasi sayap PKB yakni Gerbang Tani NTB juga melontarkan kekecewaannya atas hasil Muswil tersebut. Sebagai bentuk protesnya, Ketua Gerbang Tani NTB Muhammad Akbar Jadi juga memutuskan untuk mengundurkan diri. Ia  kecewa terhadap keputusan DPP PKB yang menyingkirkan kader-kader ideologis partai dari struktur kepengurusan.

Menyikapi polemik tersebut, anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PKB yang juga mantan Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah meminta para kader untuk menahan diri dan menerima keputusan DPP.

”Saya minta semua kader tenang. Keputusan DPP PKB adalah keputusan yang paripurna, semua harus mengawal dan semua harus sami’na wa’aathoana,” ungkap Yongki-panggilan akrabnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait hal tersebut, Sekretaris DPW PKB NTB, H. Makmun tidak memberikan respon sampai berita ini diturunkan.(DS)