Diserang Hama, Petani di Brang Rea dan Seteluk Terancam Gagal Panen

SUMBAWA BARAT, SP – Petani di wilayah Kecamatan Brang Rea dan Seteluk kini harap-harap cemas dan resah, pasalnya padi yang ditanam terkena serangan hama Wereng, gagal panen pun membayangi para petani.

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa Barat, menyebutkan bahwa serangan hama terus meluas. Bahkan tidak hanya di kecamatan Brang Rea tetapi terjadi juga di kecamatan Seteluk  dengan penambahan 2,15 hektar. Sehingga total serangan hama saat ini mencapai 7,15 hektar dengan usia padi sekitar 70 hari (siap panen).

“Memang serangan hama terus meluas dengan jenis berbeda, jika sebelumnya hanya penggerek batang yang kita temukan saat ini ada wereng coklat dengan kerusakan yang sangat fatal,” ungkap Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid tanaman pangan Syaiful Ulum SP, Senin kemarin (22/2/2021). Parahnya lagi di Desa Tepas serangan hama tersebut hampir mengakibatkan gagal panen.

Disebutkannya, adapun daerah tersebut yakni Desa Tepas Sepakat 0,30 hektar, Desa Tepas 0,35 hektar, Desa Beru 0,50 hektar, Desa Lamusung 0,33 hektar, dan Desa Air Suning 0,70 hektar dengan umur padi 70 hari setelah tanam. Terhadap lokasi serangan itu, tim dari Dinas sudah turun ke lapangan melakukan penyemprotan untuk menekan penyebarannya khususnya di kecamatan Brang Rea. Sedangkan untuk kecamatan Seteluk akan disemprot mulai hari ini hingga beberapa hari kedepan sekaligus memastikan hama tersebut tidak kembali.

Foto: Para petugas dan petani pemilik lahan ketika dilakukan penyemprotan di kecamatan Brang Rea.

“Baru lahan di kecamatan Brang Rea saja yang sudah kita semprot sementara kecamatan Seteluk akan kita mulai hari ini dengan harapan kasus hama ini semakin ditekan,” sebutnya.

Apalagi juga mengaku sudah berusaha menekan berkembang biakan baik hama penggeret batang maupun wereng coklat,  ini  dengan cara penyemprotan sebelum waktunya. Selain itu, faktor cuaca yang tidak bersahabat bisa menjadi pemicu, sehingga telur hama tidak bisa terbunuh saat penyemprotan. Meski demikian, pihaknya mengaku sudah menyiapkan langkah jitu dalam mengatasi serangam hama dan dalam waktu dekat akan mulai diaplikasikan ke lokasi yang belum dilakukan penyemprotan.

“Kita sudah lakukan penyemprotan apalagi obat yang kita siapkan juga masih sangat banyak dan aman bagi para petani yang mengeluhkan serangan hama,” tukasnya.(SP)